Soal cerita bagi sebagian besar siswa terasa rumit karena dalam pelajaran matematika, siswa juga dituntut untuk memahami bahasa disamping kemampuan penalaran yang baik. Tetapi jika sudah memahami tipsnya, yaitu cara mengerjakan soal cerita matematika dengan cepat, siswa akan bisa mengerjakan soal matematika dengan mudah bahkan menyukainya.
Cara Mengerjakan Soal Cerita Matematika
Inilah tahapannya supaya soal cerita bisa cepat selesai dengan tepat :
Mempelajari Materi
Jarang sekali guru memberikan soal sebelum mengajarkan materi pelajaran. Jadi sebaiknya sebelum mengerjakan soal, cara mengerjakan soal cerita matematika dengan cepat harus diawali dengan cara belajar materi matematika itu, apakah himpunan, persamaan linear, bangun ruang, perbandingan, aljabar dan sebagainya. Perhatikan dan pahami beberapa rumus yang ada. Juga pelajari contoh-contoh soal.
Memahami Soal
Langkah yang paling dahulu yang mesti dikerjakan ialah membaca soal sampai benar-benar mengerti apa yang dimaksudkan oleh soal itu. Jika sudah selesai membaca masih terasa belum jelas, coba baca sekali lagi. Biasanya jika siswa sudah belajar, ia pasti segera akan memahami soalnya. Jika belum belajar tentang materi yang diolah dalam soal cerita, siswa memang susah mengerti apa yang dimaksudkan dalam cerita, apalagi menjawabnya.
Tahap memahami soal bisa membuat siswa frustasi dan menganggap dirinya tidak mampu mengerjakan soal itu, atau merasa soalnya sulit. Padahal masalah utamanya siswa tersebut hanya belum belajar. Di sini siswa harus mempunyai keyakinan bahwa jika dia sudah belajar atau sungguh-sungguh mendengarkan penjelasan guru di kelas, siswa tersebut akan lebih mudah menyelesaikan soal cerita matematika itu.
Jika anda kesulitan dengan materi-materi tersebut, maka anda bisa berdiskusi dengan guru
maupun teman sekelas anda yang lebih paham dengan materi tersebut. Ketahui dengan baik pada sisi mana dari materi tersebut yang tidak anda pahami, kemudian perhatikan dan ulangi berbagai contoh soal yang sudah ada.
Jika anda sudah paham dengan pengerjaan soal yang ada pada contoh, maka cobalah untuk
mencari soal latihan untuk dikerjakan. Tunjukkan hasil latihan anda kepada guru
anda untuk diperiksa. Perhatikan dengan baik pada sisi mana anda kembali
melakukan kesalahan. Jika tidak ada kesalahan, maka berarti anda sudah memahami
materi soal tersebut dengan sangat baik.
Mengubah Bentuk Soal Cerita dengan Notasi Matematika
Cara mengerjakan soal cerita matematika kemudian dikenal dengan istilah menuliskan yang "diketahui." Yang 'diketahui"maksudnya deretan fakta, angka atau jumlah yang telah ada pada soal. Setelah menuliskan semua yang didapat dari soal. Lanjutkan dengan menulis apa yang ditanyakan oleh soal tersebut. Dengan mengetahui yang ditanyakan akan membantu siswa mengarahkan perhatiannya untuk menjawab hal yang ditanyakan tersebut.
Mengubah soal cerita menjadi bentuk diketahui, ditanyakan dan jawaban akan menghemat waktu yang dimiliki siswa supaya tidak perlu lagi membaca soal cerita yang panjang. Langkah berikutnya adalah menjawab yang biasanya diawali dengan menuliskan kalimat matematika alias rumus matematika dari materi yang ada di soal.
Memperbanyak Latihan
Beberapa soal walaupun cara pengerjaannya sama sering dibuat bervariasi. Semakin sering siswa berlatih mengerjakan soal-soal, semakin dekat peserta didik tersebut dengan penguasaan materi dan soal. Contoh dalam mengerjakan soal persamaan linier, semakin sering berlatih soal-soal persamaan linier, semakin peserta didik tersebut memahami urutan atau langkah-langkah pengerjaan soal yaitu mengubah objek di soal menjadi permisalan.
Setelah permasalah, peserta didik akan melanjutkan pengerjaan soal dengan menerapkan cara eliminasi atau subtitusi. Setelah didapat jawaban atas satu variabel, peserta didik akan meneruskan mencari variabel yang lain dan akhirnya menjawab apa yang ditanyakan oleh soal.
Dengan Latihan berulang kali dalam mengerjakan soal cerita matematika, akan membuat jari anda
mampu untuk mengerjakan berbagai bentuk soal tersebut dengan sangat mudah.
Misalnya saja ketika anda akan mengerjakan sebuah soal dengan materi program linier, pada saat anda selesai membaca soal tersebut, anda akan secara otomatis langsung mampu mengubah semua objek cerita yang ada di dalam soal tersebut menjadi suatu bahan perhitungan.
Setelahnya, siswa akan dapat mengerjakannya dengan cara mengeliminasi ataupun mengsubstitusi. Begitu juga dengan bentuk materi soal cerita matematika yang selainnya. Dengan banyak latihan soal, anda akan menguasai berbagai bentuk ilustrasi soal, dan akan mampu menjawabnya dengan sangat baik. Anda juga akan secara otomatis mampu mengingat berbagai rumus yang ada dalam setiap materi tersebut dengan sangat mudah.
Meneliti Pengerjaan Soal
Karena itu setelah selesai mengerjakan soal, ada baiknya siswa meneliti kembali pengerjaannya. Hitung kembali operasi hitung yang ada baik tambah, kurang, kali atau bagi. Konsentrasi dan teliti menunjukkan bahwa mengerjakan soal matematika bukan hanya persoalan berpikir secara sistematis tetapi juga masalah kesabaran untuk mendapatkan hasil yang benar.
Kesimpulan dan Penutup
Soal cerita matematika pada dasarnya bukanlah sesuatu yang sulit jika didekati dengan langkah yang tepat dan sistematis. Kesulitan yang sering dialami siswa umumnya bukan terletak pada perhitungan, melainkan pada pemahaman bahasa dalam soal. Oleh karena itu, proses penyelesaian harus diawali dengan penguasaan materi yang baik, termasuk memahami konsep dan rumus yang relevan. Tanpa dasar ini, siswa akan kesulitan mengidentifikasi maksud soal dan menentukan langkah penyelesaian.
Selanjutnya, kemampuan memahami soal menjadi kunci utama. Membaca soal secara berulang hingga memahami informasi yang diberikan akan membantu siswa menghindari kesalahan interpretasi. Setelah itu, mengubah soal cerita ke dalam bentuk matematika seperti “diketahui” dan “ditanyakan” akan mempermudah proses analisis dan mempercepat penyelesaian. Langkah ini juga membantu siswa berpikir lebih terstruktur dan fokus pada tujuan soal.
Latihan yang konsisten juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan. Dengan sering mengerjakan berbagai variasi soal, siswa akan terbiasa mengenali pola dan metode penyelesaian yang tepat. Hal ini akan membuat proses pengerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Terakhir, ketelitian dalam memeriksa kembali jawaban sangat diperlukan agar kesalahan perhitungan dapat diminimalkan. Dengan menggabungkan pemahaman, latihan, dan ketelitian, siswa akan mampu menyelesaikan soal cerita matematika dengan lebih mudah dan percaya diri.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa soal cerita matematika terasa lebih sulit dibanding soal biasa?
Karena soal cerita menuntut kemampuan memahami bahasa sekaligus mengubahnya ke dalam bentuk matematika, bukan hanya sekadar menghitung.
2. Apa langkah pertama dalam mengerjakan soal cerita matematika?
Langkah pertama adalah memahami materi yang berkaitan, kemudian membaca soal dengan teliti hingga benar-benar mengerti maksudnya.
3. Mengapa perlu menuliskan “diketahui” dan “ditanyakan”?
Agar informasi dalam soal lebih terstruktur, sehingga memudahkan dalam menentukan rumus dan langkah penyelesaian.
4. Apakah latihan benar-benar berpengaruh dalam mengerjakan soal cerita?
Ya, semakin sering berlatih, siswa akan semakin terbiasa mengenali pola soal dan menemukan cara penyelesaian yang tepat.
5. Kenapa harus memeriksa kembali jawaban setelah selesai?
Karena kesalahan kecil dalam perhitungan sering terjadi, sehingga pengecekan ulang membantu memastikan jawaban benar dan akurat.
