Table of Content

Investor Pemula Wajib Paham Jadwal Pembagian dan Cara Menghitung Dividen Saham

Cara menghitung dividen saham untuk pemula. Rumus DPS, dividend yield, jadwal pembagian, pajak dividen, dan daftar saham dividen terbesar di BEI.
Cara Menghitung Dividen Saham

Beli saham hari ini, diamkan selama Enam bulan jangan melakukan transaksi saham, tanpa dijual, tanpa sentuh apapun namun tiba-tiba ada uang masuk ke rekening sekuritas Sobat KhairPedia secara otomatis. Bukan salah transfer dan bukan hadiah undian, itulah yang disebut dengan "dividen".

Dan inilah bagian paling menyenangkan sekaligus paling sering disalahpahami, investor pemula banyak yang tahu dividen itu ada, tapi hanya sedikit investor pemula yang benar-benar paham kapan dapat dividen, berapa yang diterima, bagaimana cara menghitungnya, dan yang paling penting adalah apa saja jebakan yang bisa membuat mereka kehilangan hak atas dividen hanya karena satu hari terlambat beli saham.

Kalau Sobat KhairPedia pernah kecewa karena beli saham tepat sehari setelah cum date dan akhirnya tidak dapat dividen. maka harus menyimak artikel ini sampai akhir supaya itu tidak terulang kekecewaan itu lagi.

Apa yang Dimaksud dengan Dividen?

Dividen itu apa artinya? Jawabannya sederhana namun sering meleset dari pemahaman banyak orang. Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki. Artinya, semakin banyak saham yang dipegang, semakin besar dividen yang diterima. Dividen bukan "bonus gratis dari langit" namun hak sah pemegang saham atas keuntungan bisnis yang sudah dikelola perusahaan sepanjang tahun.

Tidak semua perusahaan wajib membagikan dividen. Keputusan ini ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan bergantung pada kondisi keuangan perusahaan, kebijakan manajemen, dan prioritas ekspansi bisnis. Perusahaan yang sedang agresif ekspansi biasanya menahan laba untuk diinvestasikan kembali, sementara perusahaan yang sudah matang dan stabil cenderung rutin membagi dividen.


Kapan Dividen Dibagikan kepada Para Pemegang Saham?

Pertanyaan kapan dividen dibagikan kepada para pemegang saham adalah yang paling kritis untuk dipahami sebelum berburu dividen. Ada empat tanggal penting yang wajib Sobat KhairPedia hafakan:

Cum Date | Cum Dividend Date

Batas akhir bisa membeli saham dan masih berhak mendapat dividen. Kalau Sobat KhairPedia beli saham di atau sebelum cum date, nama Sobat KhairPedia akan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak.

Ex Date | Ex Dividend Date

Mulai tanggal ini, pembeli saham sudah tidak berhak atas dividen periode tersebut. Harga saham biasanya turun pada ex date mencerminkan nilai dividen yang sudah "dipisahkan" dari harga saham.

Recording Date

Tanggal pencatatan resmi siapa saja yang berhak menerima dividen. Karena sistem BEI menggunakan penyelesaian T+2, Sobat KhairPedia perlu membeli saham minimal 2 hari kerja sebelum cum date agar hak kepemilikan sudah sah tercatat.

Payment Date

Tanggal dividen ditransfer masuk ke rekening dana nasabah (RDN) secara otomatis.

Berapa lama pembagian dividen saham berlangsung dari cum date hingga payment date? Umumnya prosesnya memakan waktu 2 hingga 6 minggu setelah recording date, tergantung kebijakan masing-masing emiten.


Apakah 1 Lot Dapat Dividen?

Jawaban tegas untuk pertanyaan "apakah 1 lot dapat dividen?": YA, BERHAK. Di BEI, 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Selama sudah tercatat sebagai pemegang saham di recording date meskipun hanya 1 lot, maka tetap berhak mendapat dividen sesuai jumlah lembar yang dimiliki.

Namun dengan 1 lot, dividen yang akan diterima memang sangat kecil. Sebagai gambaran, jika sebuah perusahaan membagikan dividen sebesar Rp200 per lembar, maka 1 lot (100 lembar) hanya menghasilkan Rp20.000 dan itu masih dipotong pajak. Jadi bukan soal boleh atau tidak, tapi soal "apakah nilainya worth it" dengan strategi investasi.

Dividen Kena Pajak Apa?

Ini yang sering luput dari perhatian pemula. Berdasarkan regulasi perpajakan Indonesia yang berlaku saat ini, dividen tunai yang diterima investor individu dalam negeri dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 10% dari jumlah bruto dividen.

Pajak ini langsung dipotong oleh perusahaan sebelum dividen ditransfer ke rekening Sobat KhairPedia, jadi angka yang masuk ke RDN sudah bersih setelah dipotong 10%. Sobat KhairPedia tidak perlu lapor atau bayar terpisah. Untuk investor asing non residen, tarif pajak bisa berbeda tergantung perjanjian tax treaty antara Indonesia dan negara domisili investor tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung Dividen Saham?

Inilah inti yang paling dibutuhkan. Ada tiga rumus utama yang perlu dikuasai : 

Rumus 1, Dividend Per Share (DPS)

Menghitung berapa dividen yang diterima per lembar saham.

DPS = Total Dividen yang Dibagikan ÷ Jumlah Saham Beredar

Contoh nyata: PT Sejahtera Tbk mencetak laba bersih Rp2 miliar dan memutuskan membagikan 45% sebagai dividen. Jumlah saham beredar 10 juta lembar.

  • Total Dividen = 45% × Rp2 miliar = Rp900 juta
  • DPS = Rp900 juta ÷ 10 juta lembar = Rp90 per lembar

Jika saat ini memegang 50 lot (5.000 lembar), dividen kotor yang diterima = 5.000 × Rp90 = Rp450.000 Setelah pajak 10% = Rp450.000 - Rp45.000 = Rp405.000 bersih

Rumus 2, Dividend Yield

Mengukur seberapa besar return dividen dibandingkan harga saham saat ini.

Dividend Yield = (DPS ÷ Harga Saham Saat Ini) × 100%

Contoh: DPS Rp90, harga saham Rp1.800

  • Yield = (90 ÷ 1.800) × 100% = 5%

Artinya Sobat KhairPedia mendapat imbal hasil dividen 5% per tahun dari harga beli dan belum termasuk potensi capital gain dari kenaikan harga saham.

Rumus 3, Dividend Payout Ratio (DPR)

Mengukur persentase laba yang dibagikan sebagai dividen merupakan indikator seberapa "dermawan" sebuah perusahaan kepada pemegang sahamnya.

DPR = (Total Dividen ÷ Laba Bersih) × 100%

DPR di atas 50% umumnya menandakan perusahaan yang sangat pro-investor. Namun DPR yang terlalu tinggi (mendekati 100%) juga perlu diwaspadai karena bisa berarti perusahaan tidak menyisakan cukup modal untuk pertumbuhan.


Cara Melihat Dividen Saham | Di Mana Mencarinya?

Cara melihat dividen saham yang paling mudah dan akurat:

  • idx.co.id → menu Corporate Action → pilih Dividen untuk melihat seluruh pengumuman dividen emiten BEI secara resmi
  • Aplikasi sekuritas (Stockbit, IPOT, Ajaib) → halaman detail saham biasanya sudah menampilkan riwayat dan jadwal dividen
  • KSEI.co.id → untuk mengecek status kepemilikan dan riwayat penerimaan dividen pribadi
  • Fitur Screener Stockbit → untuk menyaring saham yang ada dividen berdasarkan yield, frekuensi, dan sektor

Saham yang Bagi Dividen 4 Kali Setahun

Apakah ada? Jawabannya: ada, meski jumlahnya terbatas. Saham yang bagi dividen 4 kali setahun di BEI antara lain:

SMSM (Selamat Sempurna)

Produsen filter otomotif Sakura yang dikenal paling konsisten bagi dividen hingga 4 kali setahun, menjadikannya favorit investor pencari pendapatan pasif rutin.

BSSR (Baramulti Suksessarana)

Perusahaan tambang batu bara yang pada 2022 membagikan dividen empat kali dengan yield mencapai 20%, dan 2024 tetap tiga kali pembagian.

GEMS (Golden Energy Mines)

Membagikan dividen 4 kali pada 2022 dan 2024, salah satu emiten paling "royal" di sektor energi.

Ingat, frekuensi bukan segalanya. Yang lebih penting adalah dividend yield total yang diterima sepanjang tahun, bukan seberapa sering dibagikan.

Saham dengan Dividen Terbesar di BEI

Berdasarkan data sepanjang 2024, berikut saham dividen terbaik dari sisi nominal dividen per lembar tertinggi:

Jadwal Pembagian Dividen Saham

ITMG mencatatkan diri sebagai emiten dengan dividen per lembar terbesar sepanjang 2024. Perusahaan pertambangan batu bara anak usaha Banpu (Thailand) ini secara konsisten membagikan sebagian besar labanya kepada pemegang saham yang menjadikannya primadona di kalangan saham dividen terbaik berbasis yield tinggi. Namun perlu diingat bahwa yield tinggi di sektor komoditas bersifat siklikal dan sangat bergantung pada harga batu bara global yang fluktuatif.

Cara dapat dividen dari saham-saham ini tidak rumit hanya dengan beli sebelum cum date, tahan hingga recording date, dan dividen akan masuk otomatis ke RDN pada payment date.


Penutup dan Kesimpulan | Pahami Rumusnya Jalankan Strateginya

Dari memahami arti dividen, menghafal empat tanggal kritis, menguasai tiga rumus perhitungan, hingga mengenal saham-saham yang paling royal membagi keuntungan, semua itu sudah didapatkan dari ulasan dalam artikel ini.

Tapi jujur saja, mengetahui cara menghitung dividen hanyalah setengah perjalanan. Setengah lainnya adalah pertanyaan yang lebih dalam: 

  • Apakah yield tinggi selalu lebih baik dari yield rendah? 
  • Bagaimana cara memilih antara saham yang jarang bagi dividen tapi harganya terus naik, versus saham yang rutin bagi dividen tapi harganya stagnan?  
  • Kapan waktu terbaik untuk beli saham dividen? jauh sebelum cum date atau justru saat ex date ketika harganya koreksi?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Jawabannya bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, dan strategi portofolio. Tulis pertanyaan Sobat KhairPedia di kolom komentar karena diskusi itu bagian terpenting dari proses belajar menjadi investor yang sesungguhnya.

Post a Comment