Table of Content

Mengenal Jenis-Jenis Saham di Indonesia untuk Pemula

Panduan lengkap jenis-jenis saham dari saham biasa, preferen, blue chip, LQ45, dividen, jam sesi BEI, aplikasi terbaik OJK, dan trading saham.
Apa yang Dimaksud dengan Saham?

Investor pemula sudah saatnya memperkaya ilmu dengan belajar berbagai jenis saham di Indonesia, dari Saham Biasa sampai dengan Saham Preferen. Tapi sebelum terburu-buru membuka aplikasi dan klik tombol beli, ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab lebih dulu: apakah Sobat KhairPedia benar-benar tahu apa yang sedang akan dibeli?

Banyak orang terjun ke Pasar Modal dengan semangat membara tapi minim pemahaman. Mereka beli saham seperti beli gorengan, impulsif, ikut-ikutan, tanpa tahu apa yang sebenarnya ada di balik kode-kode saham yang bergerak naik turun di layar HP. Dan hasilnya? Tidak sedikit yang gigit jari.

Padahal dunia saham sesungguhnya tidak sekompleks yang dibayangkan asal tahu dari mana harus mulai belajar. Artikel ini hadir untuk menemani langkah pertamamu: memahami jenis-jenis saham di Indonesia secara menyeluruh, dari yang paling dasar sampai yang paling sering dibicarakan di kalangan investor berpengalaman.

Apa yang Dimaksud dengan Saham?

Sebelum masuk ke jenisnya, perlu dijawab pertanyaan paling mendasar: apa yang dimaksud dengan saham?

Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan yang telah mencatatkan dirinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika Sobat KhairPedia membeli saham PT Bank Central Asia Tbk misalnya, maka telah secara resmi menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut, meski dalam jumlah kecil. Sebagai pemilik, Sobat KhairPedia berhak atas dua hal utama yaitu keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian laba perusahaan dalam bentuk dividen.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia sudah menembus lebih dari 12 juta Single Investor Identification (SID) per akhir 2024. Sebuah angka yang terus bertumbuh dan mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi.


Jenis Saham Berdasarkan Hak Kepemilikan

Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling banyak diperdagangkan di BEI dan paling akrab di telinga investor ritel. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan berhak mendapat dividen meski urutan prioritasnya berada di bawah saham preferen jika perusahaan mengalami likuidasi.

Kelebihan saham biasa adalah potensi capital gain yang tidak terbatas jika perusahaan tumbuh pesat, nilai sahamnya bisa berlipat ganda. Risiko terbesarnya? Jika perusahaan bangkrut, pemegang saham biasa adalah yang terakhir mendapat kompensasi.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak lebih kepada pemegangnya, khususnya dalam hal pembagian dividen. Pemegang saham preferen mendapat dividen lebih dulu sebelum pemegang saham biasa, dengan jumlah yang umumnya sudah ditetapkan di awal.

Tradeoff-nya: saham preferen biasanya tidak memberikan hak suara dalam RUPS. Jenis saham ini lebih cocok untuk investor yang mengutamakan kepastian pendapatan dibanding potensi pertumbuhan nilai.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja dan Karakteristik

Saham Blue Chip | Benteng Pertama Investor Pemula

Pertanyaan "apa saja saham blue chip?" adalah salah satu yang paling sering muncul dari investor pemula dan alasannya masuk akal. Saham blue chip adalah saham dari berbagai perusahaan besar, mapan, dengan rekam jejak keuangan yang solid dan reputasi yang sudah teruji lintas dekade.

Di Indonesia, saham blue chip identik dengan nama-nama besar seperti BBCA (Bank BCA), BBRI (Bank BRI), TLKM (Telkom Indonesia), ASII (Astra International), UNVR (Unilever Indonesia), dan BMRI (Bank Mandiri). Karakteristik utamanya adalah kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, dan secara konsisten membagikan dividen.

Saham blue chip adalah rekomendasi pertama bagi investor jangka panjang yang menginginkan pertumbuhan stabil dengan risiko yang lebih terukur dibanding saham-saham spekulatif.

4. Saham LQ45 | 45 Saham Paling Likuid di BEI

Masih berkaitan dengan saham berkualitas, banyak investor yang bertanya: saham LQ45 apa saja? Indeks LQ45 adalah indeks yang berisi 45 saham dengan likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar terbesar yang diperdagangkan di BEI. Daftar ini diperbarui dua kali setahun setiap Februari dan Agustus oleh BEI berdasarkan tiga kriteria antara lain likuiditas perdagangan, kapitalisasi pasar, dan kondisi keuangan perusahaan yang sehat.

Mayoritas saham LQ45 adalah saham blue chip, sehingga kedua indeks ini sering tumpang tindih. Perbedaannya, LQ45 lebih berfokus pada likuiditas sementara blue chip lebih pada reputasi dan fundamental jangka panjang perusahaan. Untuk daftar lengkap dan selalu diperbarui, Sobat KhairPedia bisa mengunduh langsung dari situs resmi idx.co.id.

5. Saham Growth Stock vs Income Stock

Growth stock adalah saham dari perusahaan yang sedang dalam fase pertumbuhan agresif laba reinvestasikan kembali ke bisnis, bukan dibagikan sebagai dividen. Potensi kenaikan harganya tinggi, tapi risikonya juga besar. Contohnya saham-saham teknologi dan startup yang baru melantai di bursa.

Income stock adalah kebalikannya saham dari perusahaan yang sudah matang dan rutin membagikan dividen besar setiap tahun. Cocok untuk investor yang mengincar pendapatan pasif rutin. Banyak saham blue chip masuk dalam kategori ini.

6. Saham Siklikal vs Non-Siklikal

Saham siklikal adalah saham yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro — naik saat ekonomi booming, turun saat resesi. Contoh: saham otomotif, properti, dan pariwisata.

Saham non-siklikal (defensif) adalah saham dari industri yang tetap dibutuhkan orang dalam kondisi ekonomi apapun: makanan, minuman, farmasi, dan barang kebutuhan pokok. Saham-saham ini cenderung lebih stabil dan menjadi "pelabuhan aman" saat pasar bergejolak.


Saham Berdasarkan Sektor Pengaruh Komoditas Global

Saham Energi dan Saham Minyak

Pertanyaan yang sering muncul bersamaan: saham energi apa saja dan saham minyak apa saja?

Saham minyak dan gas di BEI mencakup emiten seperti MEDC (Medco Energi Internasional), INDY (Indika Energy), ENRG (Energi Mega Persada), dan ELSA (Elnusa). Pergerakan harga saham-saham ini sangat sensitif terhadap harga minyak mentah dunia (WTI dan Brent Crude).

Saham energi dalam pengertian lebih luas termasuk energi baru dan terbarukan diwakili oleh emiten seperti PGEO (Pertamina Geothermal Energy) yang saat ini mulai mendapat perhatian signifikan dari investor berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Sektor energi cenderung menjadi saham siklikal yang pergerakannya mengikuti siklus harga komoditas global.

Jam Perdagangan Saham di BEI | Sesi 1 Saham Jam Berapa?

Bagi yang baru mulai, pertanyaan sesi 1 saham jam berapa adalah hal praktis yang sangat penting diketahui sebelum mulai trading. Bursa Efek Indonesia membagi jam perdagangan pasar reguler menjadi dua sesi:

Sesi 1: Senin–Kamis pukul 09.00–12.00 WIB | Jumat pukul 09.00–11.30 WIB Jeda istirahat: Senin–Kamis pukul 12.00–13.30 WIB | Jumat pukul 11.30–14.00 WIB Sesi 2: Senin–Kamis pukul 13.30–15.49 WIB | Jumat pukul 14.00–15.49 WIB

Sesi pra-pembukaan (08.45–08.59 WIB) yang bisa dimanfaatkan untuk memasukkan order sebelum pasar resmi dibuka. Sesi pagi biasanya adalah yang paling volatile dan penuh momentum karena banyak sentimen semalam dari bursa global langsung direspons pasar saat opening.

Dividen Saham | Jual Saham Saat Ex Date Apakah Dapat Dividen?

Ini pertanyaan yang sering bikin bingung investor pemula: jual saham saat ex date apakah dapat dividen?

Jawabannya: ya, tetap dapat dividen asalkan Sobat KhairPedia masih tercatat sebagai pemegang saham pada cum date (hari terakhir berhak atas dividen). Mekanismenya mengikuti sistem penyelesaian T+2 di BEI, artinya kepemilikan saham baru sah tercatat 2 hari kerja setelah transaksi.

Jadi urutan yang perlu diingat:

  • Cum Date → Hari terakhir beli saham agar berhak dapat dividen
  • Ex Date → Mulai hari ini, pembeli saham tidak lagi berhak atas dividen periode tersebut
  • Recording Date → Pencatatan resmi siapa yang berhak menerima dividen
  • Payment Date → Tanggal dividen masuk ke rekeningmu

Strategi penting: belilah saham minimal 2 hari kerja sebelum cum date untuk memastikan kepemilikanmu sudah sah tercatat di recording date.


Beli Saham Pakai Aplikasi Apa? 5 Aplikasi Terpopuler di Indonesia

Berikut lima aplikasi dengan pengguna terbesar di Indonesia yang resmi terdaftar dan diawasi OJK:

Stockbit (PT Stockbit Sekuritas Digital)

Stockbit adalah aplikasi saham paling populer di kalangan investor ritel Indonesia dengan frekuensi transaksi mencapai 12,13 juta kali atau sekitar 17,78% dari seluruh transaksi BEI selama Juli 2025. Keunggulan utamanya adalah fitur social trading, investor bisa berdiskusi, berbagi analisis, dan mengikuti portofolio investor lain secara real time. Sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar sambil berinteraksi dengan komunitas. Fee: Beli 0,1% | Jual 0,2% | Rating: ⭐ 4,6/5

Ajaib (PT Ajaib Sekuritas Asia)

Ajaib adalah pilihan favorit generasi muda dan milenial berkat tampilan antarmuka yang simpel, bersih, dan tidak membingungkan. Proses pembukaan rekening bisa selesai dalam hitungan menit melalui smartphone. Ajaib juga menyediakan konten edukasi yang ramah pemula. Seluruh operasional sudah sesuai ketentuan OJK dan BEI. Fee: Beli 0,1% | Jual 0,2% | Rating: ⭐ 4,5/5

IPOT (PT Indo Premier Sekuritas)

IPOT adalah salah satu platform trading saham tertua dan paling terpercaya di Indonesia. Berbeda dari Stockbit dan Ajaib yang lebih kasual, IPOT menyasar investor serius yang butuh data mendalam, tools analisis teknikal lengkap, dan fitur screener saham yang powerful. Memiliki fitur IPO online yang memudahkan investor ikut pemesanan saham perdana langsung dari aplikasi. Fee: Beli 0,19% | Jual 0,29% | Rating: ⭐ 4,4/5

MOST (Mandiri Sekuritas)

MOST adalah aplikasi dari Mandiri Sekuritas, salah satu sekuritas terbesar yang didukung grup perbankan BUMN terkemuka. Menyediakan akses ke saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi. Cocok bagi nasabah Bank Mandiri yang ingin mulai berinvestasi saham karena proses pembukaan rekening bisa dilakukan langsung via aplikasi Livin' by Mandiri. Fee: Beli 0,18% | Jual 0,28% | Rating: ⭐ 4,3/5

Bibit Saham (PT Bibit Tumbuh Bersama)

Bibit awalnya dikenal sebagai aplikasi reksa dana, namun kini sudah menghadirkan fitur investasi saham langsung. Kelebihan utamanya adalah pendekatan yang sangat ramah pemula dengan fitur robo-advisor yang membantu pengguna menentukan portofolio sesuai profil risiko. Sangat direkomendasikan bagi pemula yang belum percaya diri memilih saham sendiri. Fee: Beli 0,1% | Jual 0,2% | Rating: ⭐ 4,7/5.


Trading Saham | Beda dengan Investasi Saham Biasa

Trading saham adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka pendek, bisa dalam hitungan hari (swing trading), bahkan dalam satu hari bursa (day trading) atau bisa juga dalam hitungan menit dan jam (scalping). Tujuannya bukan membangun portofolio jangka panjang, melainkan mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.

Trading membutuhkan pemahaman mendalam tentang analisis teknikal dengan cara membaca grafik candlestick, indikator RSI, MACD, volume, dan sebagainya. Risikonya lebih tinggi dari investasi konvensional, tapi potensi keuntungan jangka pendeknya juga lebih besar jika dilakukan dengan disiplin dan manajemen risiko yang ketat.

Bagi pemula, sangat disarankan untuk mulai dari investasi jangka panjang terlebih dahulu sebelum mencoba trading. Pelajari fundamentalnya, pahami pasar, dan bangun pengalaman secara bertahap.

Penutup dan Kesimpulan | Baru Tahu Kulitnya, Dalamnya Masih Jauh Lebih Menarik

Dari pengertian saham yang paling dasar, perbedaan saham biasa dan preferen, karakteristik blue chip dan LQ45, hingga saham minyak, energi, jam perdagangan, strategi dividen, pilihan aplikasi, sampai dunia trading, semua sudah dirangkum dalam artikel ini. Tapi jujur saja, pembahasan ini baru permukaan.

Dunia saham adalah samudra yang dalam. Masih banyak yang belum tersentuh, seperti :

  • Bagaimana cara membaca laporan keuangan perusahaan? 
  • Apa itu Price to Earning Ratio (PER) dan mengapa itu penting? 
  • Kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari sebuah saham? 
  • Bagaimana cara membangun portofolio yang sehat dan terdiversifikasi?

Dan pertanyaan yang mungkin sudah muncul di benak Sobat KhairPedia sekarang adalah "saham mana yang paling cocok untuk pemula seperti saya? Atau mungkin, modal berapa yang cukup untuk mulai berinvestasi saham?"

Tulis pertanyaan Sobat KhairPedia di kolom komentar. Karena dalam investasi, tidak ada pertanyaan yang kurang cerdas, yang selalu merugi adalah yang tidak berani bertanya, sehingga bisa tersesat ketika sudah terjun ke dunia saham.

Post a Comment