Table of Content

Krom Bank Milik Siapa? Dulu Bank Asal Bandung, Kini Dikuasai Kredivo Group Singapura

Krom Bank milik siapa? Simak sejarahnya dari bank asal Bandung hingga diakuisisi Kredivo Group Singapura, plus cara instal aplikasi Krom.
Instal Aplikasi Krom Bank

Banyak orang mengenal Krom Bank sebagai bank digital anak muda dengan keuntungan tabungan tinggi dan tampilan aplikasi yang segar. Tapi tidak banyak yang tahu, cikal bakal bank ini ternyata sebuah bank kecil di Bandung yang usianya sudah hampir 70 tahun. 

Setelah melewati beberapa kali ganti nama dan ganti pemilik, bank ini akhirnya jatuh ke tangan Kredivo Group Singapura lewat proses akuisisi yang berlangsung bertahap sejak 2021.

Perjalanan dari bank konvensional kecil di Bandung menjadi salah satu bank digital Indonesia yang namanya semakin sering disebut ini layak ditelusuri. Berikut historis lengkapnya, mulai dari asal usul, alur akuisisi Kredivo, sampai data nasabah Krom Bank terbaru dan cara instal aplikasinya.

Awal Mula Krom Bank, Berdiri di Bandung Sejak 1957

Krom Bank lahir dari bank yang jauh lebih tua dari kebanyakan orang kira. Pada 16 Maret 1957, berdiri NV Bank Ekonomi Nasional di Bandung dengan kantor pusat di Jalan Asia Afrika. Bank ini mendapat izin sebagai Bank Umum dari Menteri Keuangan pada 11 April 1957, dengan pemilik saham awal beberapa tokoh seperti Ahman Warsoma dan Njonja Soemarni.

Perjalanan bank ini di dekade 1970-an sempat diwarnai krisis dan nyaris bangkrut. Bank kemudian berganti nama menjadi Bank Pengembangan Nasional pada 2 Juni 1976. 

Di masa inilah sosok Sundjono Suriadi, pengusaha tekstil yang kelak mengendalikan bank ini, mulai masuk sebagai komisaris pada 1988.


Dari Business International Bank Menjadi Bank Bisnis Internasional

Nama bank kembali berubah pada 10 Januari 1995 menjadi Business International Bank, lalu pada 3 Mei 1996 berganti lagi menjadi PT Bank Bisnis Internasional. Sejak 2002, keluarga Sundjono Suriadi resmi menguasai 100% saham lewat dua perusahaan miliknya, PT Sun Land Investama dan PT Sun Antarnusa Investment.

Selama puluhan tahun, Bank Bisnis tetap menjadi bank kecil dengan skala terbatas. Pada 2014, asetnya baru sekitar Rp540 miliar dengan tujuh kantor cabang berstatus bank nondevisa. 

Demi memenuhi kewajiban permodalan, keluarga Suriadi melepas 15% sahamnya lewat penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia pada 7 September 2020 dengan kode saham BBSI. Saat itu, aset bank tercatat Rp985 miliar dengan modal inti Rp491 miliar, jauh dari kesan sebagai cikal bakal aplikasi bank digital populer yang kita kenal sekarang.

Penguasaan Kredivo Terhadap Krom Bank, Dimulai Akuisisi Bertahap 2021

Titik balik terjadi saat FinAccel, perusahaan teknologi finansial induk dari Kredivo, mulai masuk sebagai pemegang saham. Prosesnya tidak sekali jadi, melainkan berlangsung bertahap dan cukup panjang.

Pada 2021, FinAccel lebih dulu mengakuisisi 24% saham Bank Bisnis senilai Rp551,2 miliar. Tidak lama berselang, FinAccel kembali menambah kepemilikan sebanyak 16% lagi atau setara 484.244.705 lembar saham senilai Rp439,69 miliar. 

Di tahun yang sama, Bank Bisnis juga menggelar rights issue pada November 2021, dan sebagai pemegang 40% saham kala itu, FinAccel mengeksekusi haknya senilai Rp394,1 miliar. Total kepemilikan FinAccel pun naik menjadi 40% menjelang akhir 2021.

Babak final akuisisi Kredivo terjadi pada 31 Maret dan 8 April 2022. FinAccel kembali membeli 1.157.537.841 lembar saham atau setara 35% dari total saham Bank Bisnis dengan harga Rp1.646 per lembar. 

Total dana yang digelontorkan FinAccel sejak 2021 hingga rampungnya akuisisi ini mencapai Rp3,28 triliun untuk mengamankan 75% saham Krom Bank atau setara 2,48 miliar lembar saham.

Pada 4 April 2022, FinAccel resmi mengumumkan diri sebagai pemegang saham pengendali Bank Bisnis Internasional. 

Akshay Garg (Lahir di India dan telah menetap di Singapura), Group CEO dan Co-founder FinAccel saat itu, menyebut langkah ini sebagai perluasan misi perusahaan dari sekadar penyedia kredit digital dan paylater menuju layanan digital banking yang lebih luas. 

Struktur kepemilikan pun berubah drastis, dari yang tadinya didominasi keluarga Suriadi menjadi milik mayoritas perusahaan teknologi finansial asal Singapura.


Berganti Nama Menjadi PT Krom Bank Indonesia Tbk

Setelah resmi menjadi pengendali, FinAccel tidak butuh waktu lama untuk mengubah wajah bank ini. Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 15 September 2022, PT Bank Bisnis Internasional Tbk resmi berganti nama menjadi PT Krom Bank Indonesia Tbk, meski kode saham BBSI tetap dipertahankan di Bursa Efek Indonesia.

Tak lama setelah rebranding, Krom Bank juga memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2022. 

Kantor pusat operasional pun berpindah ke Dipo Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, meninggalkan jejak historisnya sebagai bank asal Bandung yang berusia puluhan tahun.

Pada 21 Februari 2024, Krom Bank menunjuk Anton Hermawan sebagai Presiden Direktur. Anton bukan wajah baru di dunia perbankan, ia punya pengalaman lebih dari 27 tahun, termasuk sebagai Consumer Banking Director di Bank KEB Hana Indonesia dan Executive Vice President Digital Business Development di CIMB Niaga periode 2018-2021.

Peluncuran Resmi Aplikasi Digital Krom

Setelah proses persiapan teknologi dan regulasi rampung, aplikasi Krom Bank resmi diluncurkan ke publik pada 27 Februari 2024, meski versi awalnya sudah bisa diunduh di Google Play Store sejak Oktober 2023 dan App Store sejak November 2023. Dengan tagline "Grow your money", Krom menyasar generasi muda yang ingin mengelola keuangan sekaligus berinvestasi lewat bunga tabungan dan deposito yang kompetitif.


Krom Bank Sekarang Milik Siapa? Ini Struktur Kepemilikan Sahamnya

Hingga saat ini, mayoritas saham Krom Bank masih dikuasai oleh Kredivo Group lewat PT FinAccel Teknologi Indonesia dengan porsi kepemilikan 75%. Sisanya terbagi ke beberapa pihak dari era kepemilikan lama, yaitu PT Sun Land Investama sekitar 4,97%, PT Sun Antarnusa Investment sekitar 4,87%, Sundjono Suriadi pribadi sekitar 4,91%, dan sisanya sekitar 10,25% dimiliki publik lewat bursa saham.

FinAccel sendiri didukung oleh sejumlah investor global ternama seperti Victory Park Capital, Mirae Asset, Naver, Square Peg Capital, Telkom Indonesia, dan Jungle Ventures. Karena entitas induk FinAccel Pte Ltd berbasis di Singapura, tidak berlebihan jika Krom Bank kini disebut sebagai bank nasional yang kendalinya berada di tangan Kredivo Group Singapura.


Jumlah Nasabah Krom Bank Terbaru 2026

Pertumbuhan nasabah Krom Bank dalam dua tahun terakhir tergolong sangat agresif. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, mengungkapkan bahwa hingga kuartal III 2025, jumlah nasabah tumbuh 230% secara tahunan atau naik 2,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan ini diiringi kenaikan dana pihak ketiga sebesar 212% menjadi Rp6,97 triliun.

Data paling baru yang dirilis manajemen menunjukkan bahwa hingga April 2026, Krom Bank telah mencatatkan lebih dari 1 juta pembukaan rekening dengan total dana pihak ketiga menembus Rp10 triliun. 

Anton menegaskan pencapaian ini diraih secara organik, bahkan sebelum Krom benar-benar mengintegrasikan basis pengguna Kredivo sebagai sumber akuisisi nasabah baru. 

Tingkat keaktifan nasabah pun tergolong tinggi, mencapai 40-45% dari total nasabah terdaftar hingga akhir 2025, jauh di atas rata-rata industri bank digital pada umumnya.

Kepercayaan pengguna juga tercermin dari rating aplikasi yang tinggi, yaitu 4,8 di Google Play Store dan 4,9 di App Store. Ke depan, manajemen menyebut fase pertumbuhan berikutnya akan melibatkan integrasi penuh dengan ekosistem Kredivo yang memiliki puluhan juta pengguna aktif, sekaligus perluasan ke layanan pembayaran dan pinjaman digital.


Kinerja Keuangan Krom Bank Kuartal I 2026

Selain jumlah nasabah, kinerja keuangan Krom Bank di awal 2026 juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp70 miliar, melonjak 99% secara tahunan. Total aset tumbuh 78% menjadi Rp14,77 triliun, penyaluran kredit naik 98% menjadi Rp9,88 triliun, sementara dana pihak ketiga tumbuh 138% menjadi Rp10,86 triliun dengan rasio kecukupan modal terjaga di level 39,78%.

Meski begitu, dalam keterangan awal Juli 2026, Anton mengakui penyaluran kredit di segmen ritel masih menghadapi tantangan sehingga perseroan perlu lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini. Kinerja secara keseluruhan hingga semester I 2026 diklaim masih sesuai rencana bisnis yang ditetapkan.


Cara Instal Aplikasi Krom Bank di Android

Bagi pengguna Android yang ingin mulai menabung di Krom Bank, berikut langkah instalasinya:

  1. Buka Google Play Store di ponsel Android kamu.
  2. Ketik kata kunci "Krom Bank Digital" pada kolom pencarian.
  3. Pilih aplikasi resmi dari PT Krom Bank Indonesia Tbk.
  4. Tekan tombol "Instal" dan tunggu proses unduhan selesai.
  5. Buka aplikasi, lalu pilih menu daftar akun baru.
  6. Masukkan nomor HP aktif dan email, lalu verifikasi lewat kode OTP.
  7. Unggah foto e-KTP dan lakukan verifikasi wajah sesuai instruksi aplikasi.
  8. Pilih nomor rekening tabungan utama sesuai preferensi, lalu buat PIN transaksi 6 digit.

Proses pendaftaran ini umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 15 menit. Jika OTP tidak kunjung masuk, pastikan sinyal ponsel stabil dan nomor HP yang didaftarkan masih aktif.

Cara Instal Aplikasi Krom Bank di iPhone

Untuk pengguna iPhone, cara instal aplikasi Krom Bank juga tidak jauh berbeda:

  1. Buka App Store di iPhone kamu.
  2. Ketik "Krom - Bank Digital" pada kolom pencarian.
  3. Pilih aplikasi resmi milik PT Krom Bank Indonesia Tbk yang muncul di hasil pencarian.
  4. Tekan ikon awan atau tombol "Dapatkan" untuk mulai mengunduh.
  5. Masukkan Face ID, Touch ID, atau kata sandi Apple ID jika diminta sistem.
  6. Setelah instalasi selesai, buka aplikasi dan pilih "Daftar Sekarang".
  7. Lengkapi data diri, verifikasi OTP, lalu unggah foto e-KTP untuk proses e-KYC.
  8. Selesaikan proses dengan memilih nomor rekening dan membuat PIN transaksi.

Pastikan sistem operasi iPhone sudah diperbarui ke versi terbaru agar seluruh fitur, termasuk verifikasi biometrik, berjalan lancar tanpa kendala teknis.


Keamanan dan Pengawasan Krom Bank

Wajar jika calon nasabah sempat ragu menyimpan dana di bank yang beroperasi sepenuhnya secara digital. Namun perlu diketahui, Krom Bank beroperasi dengan izin resmi dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan.

Sama seperti bank konvensional pada umumnya. Seluruh simpanan nasabah juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah, selama suku bunga yang diberikan masih sesuai batas penjaminan LPS.

Dari sisi teknis, aplikasi Krom menerapkan verifikasi berlapis mulai dari kata sandi, PIN transaksi, hingga OTP di setiap transaksi mencurigakan. 

Kombinasi pengawasan regulator dan standar keamanan digital inilah yang membuat keamanan bank digital Krom tidak kalah dengan bank umum yang sudah beroperasi puluhan tahun.


Krom Bank di Tengah Persaingan Bank Digital Indonesia

Perjalanan panjang dari bank kecil di Bandung hingga menjadi bagian dari ekosistem Kredivo tidak lepas dari ketatnya persaingan industri perbankan digital Indonesia. 

Krom Bank harus bersaing dengan pemain lain seperti Superbank, Bank Jago, Seabank, dan Allo Bank yang sama-sama menyasar segmen anak muda melek digital.

Keunggulan Krom Bank sejauh ini terletak pada suku bunga kompetitif serta fitur pengelolaan keuangan seperti Kantong Krom dan Money Journey yang memudahkan nasabah memisahkan dana sesuai tujuan finansial. 

Ke depan, sinergi dengan puluhan juta pengguna Kredivo diproyeksikan menjadi kunci percepatan pertumbuhan nasabah, mengikuti pola yang sudah lebih dulu terbukti berhasil pada Superbank lewat integrasinya dengan Grab dan OVO.


Kesimpulan

Krom Bank adalah contoh nyata bagaimana bank kecil peninggalan puluhan tahun bisa bertransformasi total lewat suntikan modal dan teknologi dari luar negeri. 

Dari Bank Ekonomi Nasional di Bandung, berganti nama beberapa kali, hingga akhirnya diakuisisi bertahap oleh FinAccel sepanjang 2021 hingga 2022, semua tahap ini bermuara pada satu kesimpulan: Krom Bank kini sepenuhnya berada dalam kendali Kredivo Group Singapura dengan porsi kepemilikan 75%.

Bagi calon nasabah, yang terpenting tentu bukan sekadar soal siapa pemilik di baliknya, melainkan kualitas layanan, keamanan dana, dan kemudahan akses yang terus dikembangkan Krom Bank dari waktu ke waktu. #KhairPedia

Posting Komentar